Perkenalkan kami dari kelompok 2 yang beranggotakan Nanda, Nayla, dan Zaky. Kami membuat Electronize untuk memudahkan proses penghitungan nilai resistor sesuai dengan pita yang tercantum pada resistor tersebut
Resistor merupakan alat yang sangat berguna di dunia teknologi saat ini. Cara
kerja dari resistor sendiri
berlandaskan dengan hukum Ohm. Yakni hukum fisika mengenai hambatan listrik yang ditemukan oleh George
Simon
Ohm (1789-1854). Ohm menggunakan sebuah prototype yang secara sederhana terdiri dari galvanometer,
sebuah
sumber elektrik (air panas dan dingin), serta 2 buah kabel / lempengan logam yang berbeda (bismuth dan
tembaga).
Berdasarkan hasil tersebut terdapat hukum ohm yang menyatakan bahwa :
“Intensitas listrik (arus listrik) akan lebih besar jika
menggunakan kabel yang lebih besar ketimbang kabel
yang lebih kecil dan juga intensitas tersebut akan lebih besar juga jika kabel tersebut lebih pendek
ketimbang
yang panjang. Selain itu jenis kabel yang berbeda juga akan mempengaruhi besar intensitas listrik tersebut
dikarenakan suatu penghambat (resistant) tertentu”
Dari situlah muncul istilah resistansi / hambatan muncul. Tidak lama dari itu beberapa ilmuwan lain
menggunakan dan mereplika percobaan Ohm, serta memperbaruinya. Di antara ilmuwan tersebut adalah Galvani dan
Ampere. Akibat merekalah akhirnya terbit suatu rumus yang kita kenal sekarang sebagai ohm’s law (dinamai
seperti itu karena dialah yang mendasari rumus tersebut) yang kemudian disempurnakan oleh Galvani dan Ampere menjadi :
Pada saat itu kata voltase (V) sudah diketahui dan Ohm sendiri tidak mengetahui jikalau kata voltase diambil dari nama penemunya, yang dia tau itu hanyalah sebutan untuk tegangan/beda potensial listrik, begitu juga bagaimana ia mengetahui tentang intensitas listrik merupakan ajaran dari ayahnya (Johann Wolfgang Ohm) yang merupakan ahli reparasi gembok dan kunci di Universitas Goethe. Ia begitu gigih dan mau otodidak mempelajari fisika, kimia dan matematika untuk diajarkannya kepada anaknya George S. Ohm.

Berangkat dari hukum ohm / ohm’s law itulah, banyak bermunculan bermacam tipe resistor/penghambat yang
diproduksi oleh para ilmuwan dan juga pengusaha komponen elektronik, yang padahal sebelumnya pengaturan
hambatan dilakukan dengan memanfaatkan panjang kawat atau tali logam dalam rangkaian. Contoh perkembangan
tersebut ialah Rheostat atau tipe resistor yang bisa diatur nilainya diciptakan oleh Sir Charles Wheatstone
pada tahun 1843. Kemudian 4 tahun setelahnya beberapa industri ada yang memproduksi resistor berbahan dasar
karbon, yakni perusahaan Siemens & Halske yang memperkenalkan kepada kita sistem penghitungan nilai hambatan
menggunakan warna pada pitanya.
Adapun dalam resistor karbon terdapat beberapa indikator/pita yang diberikan industri sebagai penanda untuk
menghitung nilai hambatan/resistan pada resistor tersebut. Berikut ini merupakan tipe-tipe resistor yang
berpita tersebut :
Kemudian seiring berkembangnya zaman dan berkembangnya komputer, resistor karbon mulai jarang diminati, dikarenakan ukurannya yang terlalu besar dan pemasangannya hanya bisa pada papan sirkuit yang berlubang. Sehingga akhirnya pada tahun 1960, perusahaan mancanegara yakni IBM (International Business Machines) memproduksi “Thick Film Resistor & Thin Film Resistor” dan mengenalkan SMT (Surface-mount Technology), perangkatnya dinamakan SMD (Surface-mount Device). Yang mana SMT merupakan metode pemasangan Thick/Thin film resistor (dikenal juga sebagai SMD Resistor) pada PCB (Printed Circuit Board) secara langsung disolder, tanpa harus melubangi papannya atau memotong lebihan kawat seperti pada resistor karbon.
© 2023 Website WDW - Semua Hak Terjaga